Kulengokan kepalaku ke kiri dan ke kanan, sekedar melihat keadaan sekitar saat menuruni tangga sebelah selatan gedung Fisipol Bulaksumur seusai mengikuti kelas dasar – dasar penulisan. Sebelum kelas usai tadi, Mas Nunung menyampaikan kepada seisi kelas untuk membuat sebuah karangan tentang hal menarik yang didapati saat keluar dari lobi dan menuruni tangga keluar dari gedung Fisipol. Lalu disinilah aku, sedang berusaha mengamati keadaan sekitar saat menuruni tangga menuju kantin bersama Eca, Asty, dan Usna.
‘’Apa ya yang menarik? ‘’ , kulontarkan pertanyaan itu pada diriku. Kulemparkan pandanganku ke depan kearah taman Sansiro dan kantin Fisipol. Tidak ada yang menarik perhatian. Kutengok ke segala penjuru, belum juga ada yang menarik. Haaaaaah, kutarik napas panjang sembari menengok ke atas, ke arah pepohonan rindang, ke arah konstruksi gedung Fisipol yang sedang dibangun. Agak lama gedung bertingkat yang belum rampung itu menyita pandanganku. Ah! Akhirnya kutemukan juga hal yang menarik. Ya, kurasa gedung ini yang memenangkan perhatianku. Segera kuteliti lebih detil, kucurahkan seluruh pandanganku dan mengamati gedung itu.
Kulihat beberapa pekerja sedang mengangkat – angkat bahan bangunan, sebagian sedang membangun konstruksi, yang lainnya sedang mengaduk semen. Di sudut – sudut kulihat juga ada yang sedang ngaso, mencoba memulihkan tenaga mereka sebelum kembali bekerja. Mengamati setiap tingkah laku para pekerja itu merupakan pemandangan yang cukup menarik, dan sempat terbersit di pikiranku saat itu ‘’kira – kira berapa ya gaji yang mereka terima dalam sehari?’’. Meski bukan urusanku sama sekali untuk tahu – menahu mengenai pendapatan mereka.
Merasa cukup mengamati para pekerja yang sedang sibuk merampungkan gedung yang kelak menjadi tempatku belajar itu, kualihkan perhatianku pada gedung seperempat atau hampir setengah jadi itu. Gedung itu menjulang tinggi, bisa kuprediksi gedung itu mampu menampung banyak sekali mahasiswa. Oh ya, kukira gedung itu pasti juga mempunyai lift nantinya, dan semoga lift itu bisa segera digunakan. Jangan seperti lift yang ada di gedung Fisipol tempatku berkuliah setiap hari. Lift itu seakan hanya sebuah hiasan, setidaknya menunjukan prestise sebuah gedung yang mewah. Namun apalah artinya bila tidak bisa digunakan. Ujung – ujungnya harus bergantung pada tangga lagi. Rasanya kaki ini mau copot kalau kebetulan dapat kelas di lantai atas, apalagi kalau sedang terburu – buru dan harus berlari sebanyak tiga lantai. Aku bisa berkata seperti ini karena pengalaman diri sendiri hehehe.
Usai mengamati setiap detil gedung ini dan merasa bahan untuk tulisan sudah cukup, aku kembali melihat catatan tugas yang ada di genggaman. Disitu tertulis ‘’Apa yang diharapkan dari hal menarik tersebut?’’ . Oh, ternyata masih ada sisa pertanyaan. Hampir saja terlewat. Kembali aku sedikit merenung, kira – kira jawaban apa yang tepat untuk menyampaikan harapanku. Kulihat gedung itu, kemudian terlintas sebuah harapan dalam hatiku. Ya, aku berharap gedung itu bisa menjadi saksi bisu bagiku dan bagi seluruh mahasiswa Fisipol lainnya. Saksi kerja keras dan usaha kami merintis masa depan yang penuh harapan.
Dalam rangka tugas mata kuliah Dasar - dasar Penulisan
Sylvia S. Fiesta Ria 11/314345/SP/24611