Showing posts with label ugm. Show all posts
Showing posts with label ugm. Show all posts

Perkenalkan. 61-UGM 2011 :)


Amen.

Less-by

Got an afternoon date with one of my highschool&also college friend: 

Jamalina Mieke Juniata

 We went to amplaz & purchased some kewl things(on sale)~(namanya juga wanita) 
Dari belanja di centro(mieke loh yg hedon._.), makan pancake trus lanjut pempek krn masih laper, gosipin orang *tetep*, sampe berbagi parfum hahahah. Kinda sweet, huh? ;;)
 Don't mind, I just wanna share to you guys hihi ...



pancake platter with six toppings (apple pie,blueberry,creme&almond,peanut&chocolate jam,DURIAN*which i love the most!*)


mine : pempek kapal selam&lenjer


mieke's : pempek kapal selam, kulit, & keriting



mieke si anak hedon .......hahah ampun mik^^


aku yg dinodai oleh mieke.....hiks.....(biasa makan burjo sok2 pancake lo sil -_-)

UTS

Jadi gue mau mereview jalannya uts selama hampir dua minggu ini.

Day 1

Pengantar Ilmu Politik
Soalnya campuran antara teori sama analisis. Bisa kok........bisa ngarang

Day 2

Ilmu Sosial Dasar
Ujiannya take home^^ Bikin essay 1 halaman tentang materi yang paling kita ngerti.

Day 3

Sejarah Sosial Politik Indonesia
Take home lagi^^ Tapi ribet juga loh ngerjainnya. Apalagi ini sejarah, sedangkan gue gasuka sejarah. Sampe mau muntah rasanya melototin buku Sejarah Indonesia Modern. Dari sekian banyaknya materi harus bisa ngambil intisarinya.........dan itu....... x__x

Day 4

Dasar - dasar Penulisan
Take home juga^^ (udah kok abis ini gada yg take home lagi).
Bikin makalah maksimal 5 halaman udah termasuk pendahuluan sama daftar pustaka. Temanya ''Makanan Indonesia di Pasar Internasional''. Terserah mau ngangkat soal apa dan gue nulis tentang Indomie! (iya iya tau gue ga kreatif -_-)

Nulis dibatasin itu SUSAH! Harus bisa nyari point yang pas. Apalagi referensi dianjurkan 16. Sampe pusing astaga tulisan cuma 2 halaman pake referensi sampe 16. Alhasil semua yang ada indomie-nya langsung gue jadiin referensi hahah.

Day 5

PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI 
Kenapa gue caps? Soalnya mata kuliah ini yang paling bikin deg deg ser~~ Modal belajar 7 buah presentasi dari Bang Abrar tercinta, gue ngapalin plek plek plek sampe butek. Taunya pas ujian 95% ANALISIS! fffff! Sudahlah, sakit hati kalo ngingetnya. Biar Roh Kudus yang bekerja.........


Day 6

Public Speaking
Soalnya (Puji Tuhan) menyenangkan. Semoga hasilnya juga begitu :)

Agama Kristen
Sumpah ya. Menangis terharu jejeritan liat soalnya. Sesuatu. Speechless. Kicep. Membeku. Miris. Itu soal apaan gada obat banget parah!

Abis liat soal gue ngeliat sekeliling berharap dapet pencerahan. Taunya podowae. Haiiissh. Untungnya yang ngawasin kami semua punya hati yang mulia. Yang satu pergi keluar sementara yang satunya lagi duduk di belakang pake headset. Enggakok, gue ga nyontek temen kanan-kiri. Tapi gue udah ninggalin catetan sama temen gue namanya Eca. Daripada dia gajelas diluar mending gue kasih kerjaan, ya gak?eheheh. Lalu dengan kontak batin dia membantu gue menjawab soal (kontak hape deng :p) .

Day 7

Pancasila
Belum tau ujiannya macem apa. Soalnya baru besok utsnya. Tapi yang pasti open book! Semoga sukses yah o:-)

****
***
**
*

Gue sudah bertekad akan kuliah dengan baik. Maka dari itu selama uts berlangsung gue bertekad mau memberi hasil dari usaha sendiri. Selama ujian, sesusah-susahnya soal, gue lebih memilih ngarang daripada nanya orang. Udah cukup nyontek,kebetan,jarkom segala macem sampe SMA. Tapi ternyata gue fail menerapkannya di matkul agama. Padahal uts agama loh ya :/ Gue jadi meremehkan gitu deh. Maafin ya Tuhan.......next time I'll do it better!






###


*update* *baru selese uts pancasila*
Ternyata yang namanya open book itu bukannya memudahkan malah bikin tambah runyam -_- Pertama, sistem open book bikin gue males belajar. Toh nanti open book kan bisa langsung nyalin jawaban. Sebelom liat soal sih mikirnya gitu. Eh tak dinyana soalnya mirip soal pengantar ilmu politik. Analisis duet sama teori~ Kedua, lagi - lagi karena sistem open book juga yg bikin kertas ujian gue penuuuhhh. Kenapa bisa begitu? Karena gue selalu merasa jawaban gue kurang terus. Rasanya satu buku mau gue tulis di lembar jawaban._. But, at least gue berhasil nyelesein tepat waktu. Woohoo!


UTS DONE! Hope for the best result! 




Jekardah, I'm comin' :'D 

#DDP3-Tolong Rahasiakan

Kuberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah sederhana bercat krem itu seraya mengucapkan salam. Tak lama menunggu, seorang wanita berkerudung hijau berumur sekitar dua puluh lima tahun muncul sambil membawa bocah laki – laki dalam kain gendongan.

“Ada perlu apa ya, Mas?” cetus wanita itu.

Kuulurkan jabat tanganku kepadanya “Perkenalkan, nama saya Davin. Saya ingin menemui Ibu Yeyen. Apakah beliau ada?”

Kulihat semburat keraguan dimatanya. Sesaat ia seperti menimbang – nimbang untuk menyambut ramah tamahku, sampai akhirnya ia menjabat tanganku sekilas dan berkata, “Saya Yeyen, Mas-nya ada keperluan apa mencari saya?”

Sekarang giliran aku yang ragu untuk berucap, kutangkupkan sedikit keberanian yang bisa kukumpulkan dalam hati agar suara dalam  kerongkongan dapat keluar. “Hmmm, saya wartawan dari koran XXX. Saya ingin melakukan wawancara dengan Ibu, bisa?”

“Hnnngg, aduh…….wawancara ya, Mas?” mata kecilnya bergerak liar kesana kemari. Ke langit – langit teras, ke halaman, ke lantai semen dibawah kakinya, ke kandang ayam disebelah pohon mangga, sampai baju polo shirt biru yang kupakai saat itu pun menjadi sasaran tatapan liarnya, tapi tidak pernah sekalipun ia menatap lurus ke mataku. Kurasakan kembali keraguan yang menjalar pada tubuh wanita itu, namun kali ini sedikit bercampur dengan rasa takut.

“Ada imbalannya, kok tenang saja” seolah perkataanku barusan dapat mencairkan suasana, menghilangkan pancaran ragu dan takut dari mata itu.

“Mas mau mewawancarai saya tentang kasus ‘itu’ ,ya?”. Aku pun segera memahami pertanyaan yang dilontarkannya. Kuanggukan kepalaku kearahnya, sedikit mencuri pandang menengok kedalam gendongan kain berwarna merah yang berada di punggungnya, di dalam kain itu terlihat seorang malaikat kecil sedang tertidur pulas.

“Boleh , Mbak Yen?” kuubah kata Ibu menjadi Mbak. Biar lebih akrab pikirku. Toh, umur kami berdua juga tak terlampau jauh.

“Ya, boleh saja, Mas. Tapi sebelumnya saya punya satu permintaan……...” ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya. “ Tolong nama saya disamarkan dan foto saya tidak dipublikasikan. Kasihan nanti anak saya, Mas. Dia bisa diejek teman – temannya bila punya ibu dengan masa lalu seperti saya”.

“Oh……ya…..ya…..tentu saja. Saya bisa menjamin soal itu” terbayang wajah kecewa kepala redaksiku bila tahu berita yang kuliput tidak lengkap sesuai permintaannya. Tapi setidaknya aku berhasil membuat wanita ini bersedia diwawancara. Ya, menurutku itu saja sudah cukup, yang penting aku bisa memperoleh kebenaran dari nara sumber utama.
***
Kuhidupkan layar komputerku. Siap menumpahkan hasil wawancara tadi siang ke dalam tulisan. Kali ini aku akan mengangkat kisah seorang wanita yang dahulu pernah bekerja sebagai TKI di Arab Saudi. Dia berangkat dengan semangat, membawa impiannya untuk mengumpulkan pundi – pundi emas demi menghidupi keluarga di kampung yang tak punya. Tapi semua impian dan semangatnya pupus akibat ulah keji majikan sekaligus ayah dari bocah kecil dalam gendongan kain berwarna merah itu.  



Dalam rangka tugas mata kuliah Dasar - dasar Penulisan 

Sylvia S. Fiesta Ria 11/314345/SP/246

#DDP2-Hoaaaaamhh

Semilir udara pagi Jogja yang sejuk seakan berusaha menggoda kelopak mataku, sedikit memaksanya untuk segera terbuka. ‘’Uh, jam berapa ya sekarang?’’ batinku. Perlu usaha yang cukup keras untuk membuat mataku terbuka sepenuhnya. Setelah beberapa kali membuat gerakan seperti orang yang matanya kemasukan debu, kusentakkan mataku agar terbuka lebar. Jam di telepon genggam masih menunjukan pukul  enam, sedangkan mata kuliah pertama hari itu mulai sekitar pukul tujuh lebih tiga puluh menit. Tanpa pikir panjang kupeluk kembali bantal gulingku sebelum teringat sebuah janji untuk membangunkan seseorang. Kuraih telepon genggam dari balik bantal, menekan tombol hijau dan tak lama terdengar nada sambung. Entah pada deringan keberapa akhirnya sambunganku berbalas. Kemudian memastikan penelepon disebrang sana sudah benar – benar bangun. Sambungan itu tak bertahan lama, karena penerima telepon barusan harus segera bersiap – siap untuk berangkat ke kampus.

               Sekali lagi kutarik satu – satunya guling di tempat tidurku itu kedalam pelukan. Kurebahkan kembali tubuhku di atas kasur yang kira – kira berukuran sembilan puluh senti. Perasaan nyaman yang menjalar  sontak berubah menjadi rasa kantuk.  Masih sempatlah tidur barang sepuluh menit pikirku.  Tak terasa tiga puluh menit sudah berlalu, untuk kedua kalinya aku melihat jam yg ada di telepon genggam. HAH, sudah pukul setengah tujuh lewat sedikit! Dengan langkah terburu – buru aku pun bergegas menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi.

               ‘’Kasur itu benar – benar seperti jebakan manis’’ tuturku pada diri sendiri, seakan keterlambatanku masuk ke kelas pagi itu adalah salah sang kasur. Tapi kalau dipikir – pikir memang sulit sekali rasanya meninggalkan kasur yang berbalut sprei ungu dengan motif sapi dan bintang itu bila sudah berbaring di atasnya. Seperti ada magnetnya lah kalau boleh berandai – andai.

Kasur itu bukan berjenis springbed yang besar dan empuk, hanya sebuah kasur busa yang ukurannya sedikit lebih panjang dari tinggi badan. Berbagai macam aktivitas kulakukan di atas kasur itu. Sarapan, makan siang, makan malam, nonton televisi, mengerjakan tugas, sampai menanak nasi sekalipun kulakukan di sekitarnya. Si kasur sapi itu yang menemaniku di hari – hari pertama menjadi anak rantau yang dipenuhi perasaan homesick. Dia jugalah yang menemaniku begadang mengerjakan tugas sampai subuh.  Seperti mempunyai sahabat yang tak bisa berbicara rasanya.
***
                ‘’Hei, Sil. Itu dosennya datang’’ bisik Eca teman sebangkuku sambil menyenggol kecil dengan sikunya. Lamunanku buyar seketika. Kulihat dosen sudah didepan kelas sambil mempersiapkan materi. Ah yaampun, sudah sampai di kampus masih saja melamunkan si kasur. Belum apa – apa sudah rindu ingin segera kembali ke kost. Segera kuambil buku pengantar kuliah Sejarah Sosial Politik Indonesia dari dalam tas  sekedar untuk mengalihkan pikiran. Saat dosen mulai memberikan materi kuliah, tiba – tiba terlintas ide di otakku untuk tugas mata kuliah Dasar – dasar Penulisan. Ya, aku akan menulis tentang kasur.


Dalam rangka tugas mata kuliah Dasar - dasar Penulisan 

Sylvia S. Fiesta Ria 11/314345/SP/246

                 

#DDP1-Yang Menarik

Kulengokan kepalaku ke kiri dan ke kanan, sekedar melihat keadaan sekitar saat menuruni tangga sebelah selatan gedung Fisipol Bulaksumur seusai mengikuti kelas dasar – dasar penulisan. Sebelum kelas usai tadi, Mas Nunung menyampaikan kepada seisi kelas untuk membuat sebuah karangan tentang hal menarik yang didapati saat keluar dari lobi dan menuruni tangga keluar dari gedung Fisipol. Lalu disinilah aku, sedang berusaha mengamati keadaan sekitar saat menuruni tangga menuju kantin bersama Eca, Asty, dan Usna.

‘’Apa ya yang menarik? ‘’ , kulontarkan pertanyaan itu pada diriku. Kulemparkan pandanganku ke depan kearah taman Sansiro dan kantin Fisipol. Tidak ada yang menarik perhatian. Kutengok ke segala penjuru, belum juga ada yang menarik. Haaaaaah, kutarik napas panjang sembari menengok ke atas, ke arah pepohonan rindang, ke arah konstruksi gedung Fisipol yang sedang dibangun. Agak lama gedung bertingkat yang belum rampung itu menyita pandanganku. Ah! Akhirnya kutemukan juga hal yang menarik. Ya, kurasa gedung ini yang memenangkan perhatianku. Segera kuteliti lebih detil, kucurahkan seluruh pandanganku dan mengamati gedung itu.

Kulihat beberapa pekerja sedang mengangkat – angkat bahan bangunan, sebagian sedang membangun konstruksi, yang lainnya sedang mengaduk semen. Di sudut – sudut kulihat juga ada yang sedang ngaso, mencoba memulihkan tenaga mereka sebelum kembali bekerja. Mengamati setiap tingkah laku para pekerja itu merupakan pemandangan yang cukup menarik, dan sempat terbersit di pikiranku saat itu ‘’kira – kira berapa ya gaji yang mereka terima dalam sehari?’’. Meski bukan urusanku sama sekali untuk tahu – menahu mengenai pendapatan mereka.

Merasa cukup mengamati para pekerja yang sedang sibuk merampungkan gedung yang kelak menjadi tempatku belajar itu, kualihkan perhatianku pada gedung seperempat atau hampir setengah jadi itu. Gedung itu menjulang tinggi, bisa kuprediksi gedung itu mampu menampung banyak sekali mahasiswa. Oh ya, kukira gedung itu pasti juga mempunyai lift nantinya, dan semoga lift itu bisa segera digunakan. Jangan seperti lift yang ada di gedung Fisipol tempatku berkuliah setiap hari. Lift itu seakan hanya sebuah hiasan, setidaknya menunjukan prestise sebuah gedung yang mewah. Namun apalah artinya bila tidak bisa digunakan. Ujung – ujungnya harus bergantung pada tangga lagi. Rasanya kaki ini mau copot kalau kebetulan dapat kelas di lantai atas, apalagi kalau sedang terburu – buru dan harus berlari sebanyak tiga lantai. Aku bisa berkata seperti ini karena pengalaman diri sendiri hehehe.

Usai mengamati setiap detil gedung ini dan merasa bahan untuk tulisan sudah cukup, aku kembali melihat catatan tugas yang ada di genggaman. Disitu tertulis ‘’Apa yang diharapkan dari hal menarik tersebut?’’ . Oh, ternyata masih ada sisa pertanyaan. Hampir saja terlewat. Kembali aku sedikit merenung, kira – kira jawaban apa yang tepat untuk menyampaikan harapanku. Kulihat gedung itu, kemudian terlintas sebuah harapan dalam hatiku. Ya, aku berharap gedung itu bisa menjadi saksi bisu bagiku dan bagi seluruh mahasiswa Fisipol lainnya. Saksi kerja keras dan usaha kami merintis masa depan yang penuh harapan.


Dalam rangka tugas mata kuliah Dasar - dasar Penulisan 

Sylvia S. Fiesta Ria 11/314345/SP/24611

PPSMB&9 :)

Let me introduce you!



KELOMPOK 9!!! 

Sebenernya udah lama mau ngepost ini tapi ada aja halangannya huhuhuh. Yak, perkenalkan teman-teman sekelompok ospek Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada :D kita semua berduapuluh dengan pemandu ka reksa sama ka pepri dan fakhry sebagai ketua kelompok. awalnya disatuin sih masih garing banget eh ternyata manusianya koplak semua. tiap malem ngumpul di gelanggang entah ngerjain tugas kelompok entah ngerjain essay. paling kocak kalo udah dengerin wibi sama faiz ngomong. casciscus ngomong pake bahasa jawa, gue sama pres cuma bisa cengo sambil ngakak-ngakak saking gangertinya hahahah.

Berhubung kelompok gue dapetnya cluster beskap (fyi, beskap itu baju adat jawa buat laki-laki), kita harus bikin nametag berbentuk pulau jawa trus bikin atribut berdasarkan nama kelompok. misalnya nama kelompok lo kebaya, berarti lo harus bikin atribut yang berhubungan sama kebaya, dan karena semua tugas deadline-nya selaluuu mepet x__x alhasil kita tiap malem lembur ngerjain tugas. contohnya gue, jam 2 pagi jalan sendirian ke kosan yang berjarak 1km soalnya baru kelar ngeprint di warnet -_- 

But thanks to those 'homework'. seengganya biarpun bikin ngantuk sengantuk-ngantuknya tapi gaboleh ketiduran pas acara daripada kena sama komdis, kita semua jadi lebih deket satu sama lain. baru ga ketemu sehari gara - gara ada ospek jurusan aja udah kangeeen. paling memorable waktu malem inagurasi pas perform angkatan cewe-cewenya pada bikin lingkaran sambil pelukan uhuhuhu how sweet :') pemandunya juga asik-asikkk!! ka pepri yang friendly dan ka reksa yang cool gimana gitu hihih~~




So, Thankyou for this unforgettable PPSMB guys!! keep in touch :-*



panas-panasan pas upacara penyambutan 



with ka pepri



:)



keren loh.........menwa



marching band!want to be part of them :3



I HEART YOU! * tangan lurus kedepan muka bentuk lima jari*

PBS......hoax??




bukabuka twitter--->timeline heboh ngomongin pengumuman ugm--->penasaran--->lari ambil kartu peserta,ngidupin komputer,ngidupin modem--->(jujur,ga degdegan)--->pas di cek ternyata ga lulus--->yaudah.


eh taunya semua orang (anak 61 doang sih taunya) yg ikut pbs pada ga lulus.mungkin ini hoax kali ya.....tapi jujur deh entah kenapa pas baca tulisannya  'Maaf, Saudara tidak lolos seleksi program SNMPTN' perasaan gue ga kecewa ga sedih juga, cuma 'oh ga lolos' fiuuuh mungkin garagara niat gue melanjutkan sekolah di jogja merosot drastis kali ya.buat temanteman 2011 khususnya anak 61, perjuangan kita masih panjang kawan.Keep the faith!




Ya Tuhan....semoga citacita saya melanjutkan studi di kampus itu terwujud.amin