Day 17

Hari ini salah satu teman saya bilang kalo dia bahagia liat orang yang dia sayang bahagia meskipun bukan sama dia. Saya yang notabene kurang percaya sama statement klise yang satu ini cuma bisa bilang; bullshit. Trus temen saya bilang lagi, kira-kira intinya kayak gini, 


"Iya, emang bahagia kok kalo bisa liat dia bahagia sama orang lain, tapi ya tetep aja sakit hati"  


Tuhkan. Berarti emang statement ini klise kan? Buktinya masih sakit hati. 


Pikiran itu yang langsung muncul di kepala waktu itu.


Tapi kemudian saya ingat. Kalo mencintai, menyayangi, atau mengasihi (dengan tulus) itu adalah sebuah proses penyerahan diri. Ketika kita berani mengambil resiko membiarkan orang lain mengambil tempat didalam diri kita, tanpa sadar kita sudah menyerahkan beberapa bagian dari diri kita untuk orang itu. Entah itu waktu kita, perhatian kita, atau kesenangan kita. Ketika kita mencintai, menyayangi, atau mengasihi orang lain, kebahagiaan orang itu menjadi lebih penting dari kebahagiaan kita sendiri, dan teman saya sudah membuktikannya. Dia bisa ikut tersenyum ketika kekasih hatinya bahagia dengan pilihannya. Sakit hati ya manusiawi. Tapi dia berani mengambil resiko itu. 


Because love is all about giving.

1 comments:

zavie said...

Dalem ni tulisan, keep it up Sylvia! :)

Post a Comment