I don't know what to say to you because we never reach at that level of conversation.
Sorry......but try to see it from my side

Di saat aku bersiap untuk jatuh. Tidak ada tanah yang membuatku terhantam. Aku kembali memeluk udara.
Di saat aku bersiap terbang, tak ada langit yang bisa kujamah. Aku kembali mengikat kaki pada kemelut tanah dan terakar.
Di saat aku bersiap tenggelam. Semua menyurut. Terhisap bumi. Aku karam dalam rasa penasaranku sendiri.
Di saat aku bersiap terbakar. Semua membeku. Aku tersulut api yang bunuh diri pada dingin yang sepi. Aku terpadam gigil menyeri.

Jakarta. 24 Jan 2011

Daripada mati rasa. Lebih baik hati yang kupunya kugigit sendiri. Daripada terpasrah habis karena benci.

Daripada sia sia. Lebih baik senyum ini kukubur sendiri. Daripada lengkung yang kubuat setengah mati, kau patahkan dengan sorot tak peduli.

Daripada tak bermakna. Lebih baik air mata ini kutelan sendiri. Biar ia habis tanpa sisa. Daripada bulir yang terlepas hanya menjadi ampas.

Pilihannya hanya tinggal jatuh atau tetap berdiri sendiri. Sementara tanah yang ada, belum tentu siap diterjang rasa.

Jika rasa telah punah. Ia memfosil dalam nadi. Bersemayam tanpa nafas dan akan susah digali.



----got it from my tumblr







yeah.why?



Spring in London---Prologue

Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu sejak dulu. Sampai sekarang aku belum mengatakannya karena... yah, karena berbagai alasan. Dan alasan utamanya adalah karena aku takut.

Kalau aku mengatakannya, reaksi apa yang akan kauberikan?
Apakah kau akan percaya padaku?
Apakah kau masih akan menatapku seperti ini?
Tersenyum padaku seperti ini?
Atau apakah justru kau akan menjauh dariku?
Meninggalkanku?
Tapi aku tahu aku harus mengatakannya padamu. Aku tidak mungkin menyimpannya selamanya. Entah bagaimana reaksimu nanti setelah mendengarnya, aku hanya berharap satu hal padamu.
Jangan pergi dariku.
Tetaplah di sisiku.